Selasa, 09 November 2010

Kebutuhan Middleware

Pengertian middleware didefinisikan sebagai sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer) dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer – layer TCP/IP . Selain itu juga dapat diartikan sebagai teknologi yang mengintegrasikan dua atau lebih software aplikasi atau lapisan antara sistem operasi dan aplikasi untuk memungkinkan pertukaran data. Fungsi dari middlewareadalah sebagai berikut:
  1. Menyediakan lingkungan pemrograman aplilasi sederhana yang menyembunyikan penggunaan secara detail pelayanan-pelayanan yang ada pada sistem operasi .
  2. Menyediakan lingkungan pemrograman aplikasi yang umum yang mencakup berbagai komputer dan sistim operasi.
  3. Mengisi kekurangan yang terdapat antara sistem operasi dengan aplikasi, seperti dalam hal: networking, security, database, user interface, dan system administration.
Contoh middleware:
Ø Java’s: Remote Procedure Call
Ø Object Management Group’s: Common Object Request Broker Architecture (CORBA)
Ø Microsoft’s COM/DCOM (Component Object Model), Also .NET Remoting

Database middleware yang paling umum digunakan adalah ODBC (Open DataBase Connectivity). Keterbatasan ODBC adalah bahwa middleware ini didisain untuk bekerja pada tipe penyimpanan relational database. Database middleware yang lain, yang merupakan superset daripada ODBC adalah OLEDB. OLEDB bisa mengakses hampir segala macam bentuk database, kelebihan yang lain dari OLEDB adalah dia didisain dengan konsep obyek komponen (Component Object Model) yang mengandalkan object-oriented computing dan menjadi salah satu trend di dunia komputasi.
Beberapa produk database middleware yang bisa disebutkan di sini adalah Oracle’s DB Integrator (previously DIGITAL’s DB Integrator), Sybase’s Omni CONNECT, and International Software Group’s Navigator. Kelebihan dari produk-produk ini dibandingkan dengan standard seperti ODBC dan OLEDB adalah performance, yang sangat sulit dimiliki oleh suatu produk yang mengacu pada standar.

Middleware pada Televisi Digital
Perkembangan teknologi memasuki era konvergensi, penyatuan teknologi dalam satu perangkat menjadi sebuah tuntutan. Hal ini akan memberikan kemudahan bagi para pemakai dalam memanfaatkan teknologi hanya dalam satu gengaman. Semua itu dimungkinkan karena ada kesamaan data yang diolah yaitu data digital.

Seiiring dengan perkembangan konvergensi teknologi, teknologi audio visual juga memasuki era digital. Pada beberapa dasawarsa yang lalu teknologi audio visual khusus televisi masih memanfaatkan teknologi tabung dalam menampilkan gambar yang ditangkap dan masih menggunakan teknologi gambar hitam putih. Memasuki era 80-an teknologi televisi berwarna menggeser televisi hitam putih. Bentuk televisi juga mengalami perubahan yang cukup signifikan. Inovasi yang dilakukan para pabrikan televisi yang tergabung dalam konsorsium, seperti MPEG, mendefinisikan bahwa teknologi audio video terbagi menjadi beberapa tingkatan, hal ini tentunya akan ditentukan seiring dengan pencapaian teknologi yang ada.

Teknologi digital menjadi sebuah solusi untuk mengatasi teknologi analog yang selama ini ada. Kompresi MPEG1 menjadi format standar teknologi digital tahap awal yang diikuti dengan kompresi yang lebih mutakhir. Untuk mendukung itu semua teknologi televisi pelan tapi pasti akan mengadopsi teknologi digital atau menjadi televisi digital. Televisi digital memberikan memberikan ruang lebih luas dibanding analog, karena dapat dilakukan penyatuan teknologi atau konvergensi dengan data yang lain. Teknologi televisi digital akan mengubah secara drastis dalam menikmati televisi dan mengakses informasi. Acara televisi akan dintegrasikan dengan informasi yang ditampilkan dalam layar yang sama, dan penonton akan dapat menonton atau memilih tayangan yang diinginkan bahkan meminta sebuah tayangan tertentu yang belum pernah ditonton (video on demand). Untuk memungkinkan hal itu semua dibutuhkan sebuah middlewares sebagai perantara antara perangkat keras dengan perangkat lunak yang digunakan dalam televisi digital.

Middleware adalah perangkat lunak komputer yang menghubungkan komponen perangkat lunak atau beberapa orang dan aplikasi mereka. Perangkat lunak ini terdiri dari satu set layanan yang memungkinkan banyak proses yang berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi. Teknologi ini berkembang untuk menyediakan interoperabilitas dalam mendukung dan menyederhanakan pendistribusian aplikasi yang kompleks. Seperti server web, server aplikasi, dan alat-alat serupa yang mendukung pengembangan aplikasi dan pengiriman.

Middleware berfungsi sebagai perantara antara perangkat keras dengan perangkat lunak dan memungkinkan membuat proses yang lebih konten-konten yang interaktif. Dengan ada nya middleware, penyatuan beberapa proses dapat dilakukan. Jika diaplikasikan dalam sebuah layanan siaran televisi, maka siaran televisi dapat dinikmati dengan lebih bebas dan interaktif.

Pada era televisi digital, peranan middleware sangat penting karena proses interaktif ditangani oleh bagian ini. Middleware merupakan lapisan software atau dapat juga sebagai sistem operasi yang ada dalam STB. Dengan menggunakan middleware dimungkinkan menulis aplikasi yang komplek. Middleware berjalan diantara sistem operasi (device driver) dan aplikasi, atau secara harafiah berada ditengah dari tumpukan perangkat lunak.

Pada gambar diatas posisi middleware memungkinkan ada portabilitas antara perangkat keras dan sistem operasi sehingga aplikasi dapat berjalan pada platform middleware yang telah dihubungkan, selain itu para pengembang aplikasi tidak perlu mempertimbangkan sistem operasi/perangat keras pada setiap aplikasi STB yang akan digunakan. Pihak ketiga lebih mudah untuk mengembangkan aplikasi yang didukung oleh middleware.

Jenis-jenis middleware :
1.      Proprietary Middleware – biasanya didesain untuk suatu perusahaan dan berlisensi dengan perusahaan STB serta biasanya digunakan untuk televise berbayar. Contohnya OpenTV Core (OpenTV) yang digunakan oleh Microsoft, MediaHighway (Canal+), Microsoft TV, Liberated, PowerTV dan NDS Core (NDS).
2.      Open Middleware – distandarisasikan secara industri dan dapat diimplementasi oleh siapapun dengan biaya lisensi yang murah serta pada umumnya digunakan oleh penyedia jasa televisi gratis. Siaran televisi yang mengaplikasikan open middleware biasa dipancarkan secara terestrial (memanfaatkan antena televisi untuk menangkap siaran televisi digital). Contoh Open Middleware seperti MHEG, DAVIC (MHEG+Java), MHP (DVB, standar industri siaran), OCAP (digunakan untuk saluran kabel di US dan berbasis MHP), ACAP (ATSC berbasis MHP), ARIB B23 dan JavaTV.

Middleware memberikan layanan seperti :

§  Sebua model aplikasi
§  dekoder MPEG yang dapat membaca berbagai jenis kompresi data MPEG
§  tampilan grafis yang prima
§  layanan mengakses informasi karena dalam satu layar dapat disatukan beberapa aplikasi sekaligus
§  menerima alat masukkan seperti keyboard
§  Layanan TCP/IP menggunakan modem/broadband dan dapat diimplementasikan untuk IPTV, siaran televisi berbasis internet.
§  Manajemen memori
§  Lingkungan pengembangan perangkat lunak, biasanya menggunakan C++ atau Java, atau bahasa pemrograman lain dan HTML.
§  Browsing dan akses internet akses.

Permasalahan yang sering timbul pada middleware tertutup
Terlalu banyak perbedaan vendor middleware sehingga pasar berbeda menggunakan middleware yang berbeda pula, isi harus di dibangun berulang-ulang untuk konsumen yang berbeda, isi tidak dapat dijual kembali dan biaya pembelian lisensi yang terlalu mahal.

Tantangan ke depan
Teknologi akan dapat dinikmati oleh banyak orang jika didukung oleh pasar, hal inilah yang menjadi alasan kenapa standar terbuka lebih popular sehingga STB dapat berkembang seperti video cassete. Inovasi baru yang memungkinkan interaksi antara penonton dan penyedia konten, serta penyatuan antara konten dengan informasi yang dipancarkan secara bersamaan dengan siaran televisi digital. Dukungan industri sangat penting agar konten menjadi lebih variatif sehingga terbuka peluang bisnis yang menjanjikan.

Televisi Digital di Indonesia
Siaran televisi digital sudah mulai diterapkan diberbagai negara, ada sudah menerapkan secara penuh maupun baru taraf uji coba. Dinegara-negara Eropa siaran televisi digital sudah banyak diterapkan sedangkan di Amerika tahun kemarin diterapkan secara penuh. Untuk Indonesia sekarang baru masuk taraf percobaan, dan dimulai oleh TVRI, RCTI serta beberapa stasiun  televisi di daerah. Dampak dari diterapkannya siaran televisi digital akan menggeser secara langsung atau tidak langsung sistem pertelevisian di Indonesia. Mungkin masih cukup lama siaran televisi digital dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, karena ketersediaan dan kesiapaan infrastruktur yang mendukung siaran televisi ini.
Pengimplementasian teknologi siaran televisi digital menuntut middleware yang dapat memenuhi tuntutan penyedia konten siaran. Disamping itu kesiapan penikmat siaran televisi dalam menyikapi bergesernya teknologi yang mau tidak mau harus menyesuaikan perangkat televisi yang mendukung siaran televisi digital. Middleware bersistem terbuka mempunyai peluang untuk memenuhi kebutuhan penyedia konten dan penyelenggara siaran televisi digital.


Referensi :
1. Wikipedia
2. http://www.mhp.org
3. http://www.interactivetvweb.org
4. ”Interactive TV standards”, S.Moris & A. Smith-Chaigneau

Minggu, 07 November 2010

Sebagai Mahasiswa Apa Yang Saya Dapatkan Dari Telematika

Apa yg saya dapat dari teelematika? Hal yang pertama terlintas di pikiran saya saat mendengar pakar telematika adalah sosok Roy Suryo, berikut sedikit mengenai Roy Suryo. 
“Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo atau disingkat KRMT Roy Suryo Notodiprojo atau lebih dikenal sebagai Roy Suryo (lahir di yogyakarta, 18 Juli 1968) adalah seorang pengurus Partai Demokrat di bidang Komunikasi dan Informatika. Roy sering menjadi narasumber di berbagai media massa Indonesia untuk bidang teknologi informasi fotografi dan multimedia. Roy juga pernah menjadi pembawa acara e-Lifestyle di Metro TV selama lima tahun. Oleh media massa Indonesia ia sering dijuluki sebagai pakar informatika, media, dan telematika.
Roy Suryo menyelesaikan kuliah pada Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (1991-2001), kemudian mengajar di Jurusan Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia tahun 1994-2004. Ia juga pernah tercatat sebagai pengajar tamu di Program D-3 Komunikasi UGM, mengajar fotografi untuk beberapa semester namun tidak berstatus sebagai dosen tetap UGM.
Roy Suryo sering meraih penghargaan dari lomba fotografi tingkat nasional serta penghargaan dari berbagai pihak, di antaranya dari Kadin bidang Telematika, Menteri Perhubungan Agum Gumelar, Majalah Trend Digital, Telkomsel, dan Garuda Indonesia. Selain di bidang Telematika, ia juga ikut dalam kepengurusan Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia, Federasi Perkumpulan Seni Foto Indonesia, juga tercatat sebagai salah satu konsultan teknis di situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Terakhir Ia tercatat sebagai ketua departemen komunikasi dan informasi di Partai Demokrat dan penanggung jawab redaksi di situs resmi Partai Demokrat.”

Beliau adalah sosok yang paling pertama muncul di media jika ada hal-hal yang berbau telematika.
Lalu telematika sendiri bagi saya pada dasarnya berfungsi untuk menyampaikan suatu informasi dan sarana untuk kontak social dalam hidup bermasyarakat.

Dengan adanya telematika pekerjaan saya sebagai mahasiswa semakin lebih mudah dan praktis. Dengan adanya layanan surat elektronik atau biasa disebut email dapat memudahkan saya dalam mengirimkan dan menyebarkan informasi mengenai tugas-tugas kuliah, hal ini termasuk kedalam fungsi telematika sebagai penyampai informasi dan juga dengan adanya jejaringan sosial yang termasuk kedalam fungsi telematika yang menjembatani proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga dengan adanya facebook ini memudahkan saya dalam menerima atau shering pikiran kepada sesama teman serta memiliki nilai tambah dalam menjalin silaturahmi antar sesama.

Banyak sekali yang saya rasakan dengan adanya telematika ini, ada lagi seperti pemanfaatan telefon genggam yang saya miliki yang disertai dengan fitur komunikasi berupa pesan singkat SMS, telefon, internet yang memudahkan saya untuk tetap berkomunikasi antar sesama dimanapun dan kapanpun, fitur Ebook yang memudahkan saya dalam menyimpan file-file document seperti halnya word, txt dan pdf, fitur Mp3 Player dan Camera serta video digital untuk pelengkap kebutuhan sehari-hari.

TEGUH PRASETYO H
11107669
Kelas: 4KA16

Perkembangan Telematika Di Indonesia Dan di Luar Indonesia

Perkembangan telematika di Indonesia itu secara bertahap-tahap mulai dari adanya periode rintisan, periode pengenalan sampai periode aplikasi. Secara singkatnya saya akan menjelaskan sedikit perkembangan telematika di Indonesia yang nanti akan terlihat bagaimana dengan perkembangan di Internasional.

Pada periode rintisan dimana pengetahuan orang-orang indonesia belajar menggunakan telematika dn minimal mengetahui caranya. Penggunaan email dan teleconferenc yang menyajika dialog interaktif lewat radio dimana dihubungkannya jaringan intenet dengan radio, serta sarana kirim pesan Mailinglist yang bertepatan dengan pendirian protokol Internet di luar negri.

Pada periode Pengenalan penggunaan telematika sudah banyak digunakan seperti untuk radio-radio amatir dan sudah mulainya Internet masuk di Indonesia. Pada Periode Aplikasi periode yang sangat dibebaskan sehingga banyak menimbulkan pembajakan-pembajakan.   
Perbedaan yang terlihat pada kutipan diatas yang saya rangkum secara singkat bahwa, perkembangan telematika di Indonesia itu lambat dibandingkan perkembangan internasional, seperti penggunaan internet di Amerika dan di Indonesia baru menggunakan mailinglist untuk kirim pesan. Indonesia itu tidak mampu membuat perkembangan sendiri hanya bisa mengembangkan perkembangan milik luar negri, dan Indonesia mudah disusupi oleh pihak luar, terbukti dengan masuknya Internet ke Indonesia baru indonesia membuat perkembangan lebih lanjut. Perkembangan sangat pesat dan beraneka ragam di luar (Internasional) dibandingkan dengan perkembangan di Indonesia yang kurang pesat dan hanya beberapa saja yang merasa membutuhkan perkembangan itu dan bagi yang tidak membutuhkan tidak ingin memperlajarinya dan membantu pengembangan tersebut. Masuknya aplikasi-aplikasi pada periode aplikasi di Indonesia dengan kebiasaan orang indonesia yang tak mampu membuat originalitas dan hanya bisa menyontek perkembangan Internasional dengan maraknya pembajakan, seperti pembajakan aplikasi seperti Hp ilegal, dan alat komunikasi lainnya yang sangat mudah diperoleh bahkan dipinggir jalan atau kios-kios dengan harga murah.

Saya dapat menarik kesimpulan bahwa Bangsa Indonesia berusaha untuk tidak tertinggal dengan bangsa lain menyangkut telematika. Dengan dirintis oleh beberapa orang yang berdedikasi pada dunia akademisi, pengenalan dunia telematika mulai dilakukan seiring berkembangnya situasi politik dan ekonomi. Dukungan politik pemerintah dengan berbagai kebijakannya, lebih menggairahkan telematika di Indonesia, dan tentunya industri, serta pengaruh luar negeri mengambil peranan penting disamping ketertarikan masyarakat yang membutuhkannya. Perkembangan telematika di Indonesia mengalami peningkatan, sejalan dengan inovasi teknologi yang terjadi. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya.

Untuk perkembangan telematika diluar sangatlah pesat dan terus menerus melakukan perubahan dan perkembangan bahkan mampu membuat terobosan baru untuk kebutuhan rakyatnya dan selanjutnya di sebarkan ke berbagai wilayah bahkan ke Indonesia sekalipun. Perkembangan telematika di indonesia hanya dapat menerima pengaruh-pengaruh yang diciptakan pihak luar dan membuat Indonesia tertarik karena kekurangan yang dimiliki Indonesia.

Sumber: http://www.scribd.com/doc/9966434/perkembangan-Telematika-Di-Indonesia




TEGUH PRASETYO H
11107669
Kelas: 4KA16

Senin, 01 November 2010

Speech Recognition

Speech recognition atau pengenalan pembicaraan (juga dikenal sebagai pengenalan suara otomatis atau pengakuan komputer pidato) mengkonversi diucapkan kata-kata untuk teks. The "pengenalan suara" istilah kadang-kadang digunakan untuk merujuk kepada sistem pengakuan yang harus dilatih untuk kasus-speaker tertentu seperti untuk perangkat lunak pengenal yang paling desktop.Menyadari pembicara dapat menyederhanakan tugas menerjemahkan pidato.
pengenalan pembicaraan adalah solusi yang lebih luas yang mengacu pada teknologi yang dapat mengenali pidato tanpa ditargetkan pada pembicara tunggal seperti sistem call center yang dapat mengenali suara sewenang-wenang.
aplikasi pengenalan pembicaraan termasuk user interface seperti suara panggilan suara (misalnya, "Call home"), call routing (misalnya, "Saya ingin membuat collect call"), kontrol alat domotic, pencarian (misalnya, menemukan podcast di mana tertentu Kata-kata itu diucapkan), sederhana entri data (misalnya, memasukkan nomor kartu kredit), persiapan dokumen terstruktur (misalnya, sebuah laporan radiologi), pengolahan pidato-ke-teks (misalnya, kata prosesor atau email), dan pesawat udara (biasanya disebutInput langsung suara).


Sejarah
Yang Pengenal pidato pertama muncul pada tahun 1952 dan terdiri dari sebuah perangkat untuk pengakuan lisan digit tunggal [1] awal perangkat lainnya adalah IBM Kotak Sepatu, dipamerkan di Fair tahun 1964 New York. Akhir-akhir ini telah ada banyak perbaikan seperti capabilitiy massa kecepatan transkripsi tinggi pada satu sistem seperti Sonic Extractor
Salah satu domain yang paling menonjol untuk aplikasi komersial pengenalan suara di Amerika Serikat telah perawatan kesehatan dan khususnya karya transcriptionist medis (MT) [rujukan?]. Menurut para ahli industri, pada awal berdirinya, pengenalan pembicaraan (SR) yang dijual sebagai cara untuk sepenuhnya menghilangkan transkripsi daripada membuat proses transkripsi lebih efisien, maka tidak diterima. Ini juga merupakan kasus yang SR pada waktu itu sering secara teknis kurang.Selain itu, untuk digunakan secara efektif, dibutuhkan perubahan cara dokter bekerja dan didokumentasikan pertemuan klinis, yang banyak jika tidak semua enggan untuk melakukannya. Keterbatasan terbesar pidato pengakuan mengotomatisasi transkripsi, bagaimanapun, dipandang sebagai perangkat lunak. Sifat naratif dikte sangat interpretatif dan seringkali memerlukan penilaian yang dapat diberikan oleh manusia sesungguhnya tetapi belum oleh sistem otomatis. Keterbatasan lainnya telah jumlah ekstensif waktu yang diperlukan oleh pengguna dan / atau penyedia sistem untuk melatih perangkat lunak.
Perbedaan dalam ASR sering dibuat antara "sistem sintaks buatan" yang biasanya domain-spesifik dan "pemrosesan bahasa alami" yang biasanya bahasa-spesifik. Masing-masing jenis aplikasi menyajikan tujuannya sendiri tertentu dan tantangan.


Automatic Speech Recognition (ASR) sekarang ini telah banyak dikembangkan dalam berbagai penelitian. Terdapat bermacam-macam metode yang dapat digunakan untuk mengenali ucapan manusia. Penelitian ini akan membahas penggunaan metode Hidden Markov Model (HMM) untuk pengenalan ucapan berbahasa Indonesia. Dalam penelitian ini, digunakan HMM diskrit untuk proses pelatihan dan pengujiannya. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan metode tersebut, kemudian dianalisa faktor keberhasilannya (tingkat ketelitiannya dalam %) berdasarkan parameter-parameter Linear Predictive Coding (LPC), parameter pitch (Fo) dan parameter energi (Eo) dalam proses mengenali suatu ucapan dalam bahasa Indonesia.
Prinsip kerja sistem pengenalan ucapan adalah dengan membandingkan informasi ucapan yang ada pada referensi dengan informasi ucapan yang menjadi masukan sistem pengenal ucapan tersebut.
Blok pengenalan ucapan dengan HMM dapat dibagi menjadi tiga tahap yaitu bagian depan, tahap feature extraction dan tahap sistem pengenalan HMM. Pada tahap yang pertama dilakukan pemfilteran sinyal suara dan mengubah sinyal suara analog ke digital. Tahap feature extraction adalah untuk mendapatkan parameter-parameter yang dapat merepresentasikan sinyal suara tersebut dan dilakukan analisis serta kuantisasi vektor. Tahap yang ketiga, dapat dibagi menjadi dua tugas yaitu tugas pemodelan dan tugas pengenalan . Untuk tugas pemodelan dibuatkan suatu model HMM dari data-data yang berupa sampel ucapan dari sebuah kata. HMM yang dipakai adalah densitas diskrit.


Sumber : 
TEGUH PRASETYO H
11107669
Kelas 4KA16

Rabu, 27 Oktober 2010

Speech Synthesis

Speech synthesis merupakan hasil kecerdasan buatan dari pembicaraan manusia. Komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech syhthesizer dan dapat diterapkan pada perangkat lunak dan perangkat keras. Sebuah sistem text to speech (TTS) merubah bahasa normal menjadi pembicaraan.

Pidato buatan dapat dibuat dengan potongan-potongan concatenating pidato yang direkam disimpan dalam database. Sistem berbeda dalam ukuran pidato yang disimpan unit; sebuah sistem yang menyimpan telepon memberikan rentang output terbesar, tapi mungkin kurang jelas. Untuk keperluan khusus domain, yang menyimpan seluruh kata-kata atau kalimat memungkinkan output yang berkualitas tinggi. Atau, synthesizer dapat menggabungkan sebuah model dari sistem vokal dan karakteristik suara manusia lain untuk membuat yang benar-benar “sintetik” output suara. Kualitas synthesizer pidato dinilai oleh kesamaan dengan suara manusia dan kemampuannya untuk dipahami. semua dimengerti text-to-speech program yang memungkinkan orang-orang dengan gangguan visual atau membaca untuk mendengarkan karya-karya tulis di komputer rumah. Banyak sistem operasi komputer termasuk alat bicara sejak awal 1980-an.

A text-to-speech system (atau “mesin”) adalah terdiri dari dua bagian: front-end dan back-end.Front-end memiliki dua tugas utama. Pertama, mengubah teks mentah berisi simbol seperti angka dan singkatan menjadi setara dengan tertulis-kata-kata. Proses ini sering disebut normalisasi teks, pra-pengolahan, atau tokenization. Front-end kemudian menetapkan transkripsi fonetikuntuk setiap kata, dan membagi dan menandai teks ke prosodic unit seperti frase dan kalimat.Proses transkripsi fonetik untuk menetapkan kata-kata ini disebut teks-ke-fonem atau grafem-ke-fonem konversi. Fonetis transkripsi dan informasi ilmu persajakan bersama-sama membentuk representasi simbolik yang linguistik output dengan front-end. Back-end-sering disebut sebagai synthesizer-maka mengubah representasi linguistik simbolik menjadi suara.

Sumber:


TEGUH PRASETYO H
11107669
4KA16

Audio Data

AUDIO DATA

Pada postingan sebelumnya saya memposting mengenai fitur telematika Computer Vision, kali ini saya akan membahasnya mengenai Audio Data dari salah satu dari ke 5 fitur user interface telematika.

Sebuah metode browsing jaringan disediakan untuk browsing video / audio data yang ditembak oleh sebuah IP kamera. Jaringan video / audio metode browsing sesuai mencakup langkah-langkah dari:
a.       menjalankan sebuah program aplikasi komputer lokal untuk mendapatkan kode identifikasi yang disimpan dalam kamera IP,
b.      transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS ( Dynamic Domain Name Server) oleh program aplikasi,
c.       mendapatkan kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan IP kamera dan kontrol kamera IP melalui kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi dan
d.      kopel ke layanan server melalui alamat server pribadi sehingga untuk mendapatkan video / audio data yang ditembak oleh kamera IP, di mana server layanan menangkap video / audio data yang ditembak oleh kamera IP melalui Internet.

Penemuan berkaitan dengan sistem dan metode untuk browsing video / audio data, lebih khusus ke jaringan video / audio sistem browsing dan metode yang akan diatur dalam sebuah IP kamera (juga disebut sebagai kamera jaringan) untuk browsing video / audio data yang ditembak oleh kamera IP.
Sebagai kemajuan teknologi jaringan, semakin banyak diterapkan jaringan produk yang dibuat-buat terus-menerus. Salah satu yang paling umum diterapkan jaringan yang dikenal adalah produk kamera IP, yang dapat menampilkan isi (video / audio data) melalui Internet. Kamera IP biasanya terhubung ke jaringan melalui router, dan memiliki sebuah IP (Internet Protocol) address setelah operasi sambungan.

Jaringan video / audio sistem browsing penemuan yang sekarang digunakan untuk browsing video / audio data yang ditembak oleh sebuah IP kamera. Sistem penjelajahan termasuk DDNS (Dynamic Domain Name Server), sebuah IP kamera disimpan dengan kode identifikasi, sebuah layanan server, sebuah komputer lokal dan setidaknya satu client. Masing-masing item sebelumnya terhubung ke Internet.

Sumber:
http://anaksalendu.wordpress.com/2009/11/29/browsing-audio-data-speech-recognitionspeech-synthesis/



TEGUH PRASETYO H
11107669
Kelas: 4KA16

Computer Vision

Computer Vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana lihat dalam hal ini berarti bahwa mesin mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu, visi komputer berkaitan dengan teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar. Data gambar dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari kamera ganda, atau multi-dimensi data dari scanner medis.
Sebagai disiplin teknologi, visi komputer berusaha untuk menerapkan teori dan model untuk pembangunan sistem visi komputer. Contoh aplikasi dari visi komputer mencakup sistem untuk:
§  Pengendalian proses (misalnya, sebuah robot industri atau kendaraan otonom).
§  Mendeteksi peristiwa (misalnya, untuk pengawasan visual atau orang menghitung).
§  Mengorganisir informasi (misalnya, untuk pengindeksan database foto dan gambar urutan).
§  Modeling benda atau lingkungan (misalnya, inspeksi industri, analisis citra medis atau model topografi).
§  Interaksi (misalnya, sebagai input ke perangkat untuk interaksi manusia dan komputer).
Komputer visi erat terkait dengan studi visi biologi. Bidang studi visi biologis dan model proses fisiologis di balik persepsi visual pada manusia dan hewan lainnya.Komputer visi, di sisi lain, studi dan menggambarkan proses diimplementasikan dalam perangkat lunak dan perangkat keras di belakang sistem visi buatan.pertukaran Interdisipliner antara dan komputer visi biologis telah terbukti bermanfaat bagi kedua bidang.
Komputer visi, dalam beberapa hal, invers gravis komputer. Sementara komputer grafis menghasilkan data gambar dari model 3D, visi komputer sering menghasilkan model 3D dari data citra. Ada juga kecenderungan kombinasi dari dua disiplin, misalnya, sebagaimana dibahas dalam realitas ditambah.
Sub-domain dari visi komputer termasuk adegan rekonstruksi, deteksi event, pelacakan video, pengenalan objek, belajar indexing, estimasi gerak, dan pemulihan citra.

Aplikasi untuk Computer Vision
Salah satu aplikasi yang paling menonjol adalah bidang visi medis komputer atau pengolahan citra medis. Daerah ini dicirikan oleh ekstraksi informasi dari data citra untuk tujuan membuat diagnosis medis pasien. Secara umum, data citra dalam bentuk gambar mikroskop, foto x-ray, gambar angiografi, foto ultrasonik, da gambar tomografi. Contoh informasi yang dapat diekstraksi dari data gambar tersebut deteksi tumor, arteriosclorosis atau perubahan memfitnah lainnya. Hal ini juga dapat pengukuran dimensi organ, aliran darah, dll area aplikasi ini juga mendukung penelitian medis dengan memberikan informasi baru, misalnya, tentang struktur otak, atau tentang kualitas perawatan medis.
Sebuah wilayah aplikasi kedua dalam visi komputer di industri, kadang-kadang disebut visi mesin, dimana informasi ini diekstraksi untuk tujuan mendukung proses manufaktur. Salah satu contohnya adalah kendali mutu dimana rincian atau produk akhir yang secara otomatis diperiksa untuk menemukan cacat. Contoh lain adalah pengukuran posisi dan orientasi rincian yang akan dijemput oleh lengan robot. Mesin visi juga banyak digunakan dalam proses pertanian untuk menghilangkan bahan makanan yang tidak diinginkan dari bahan massal, proses yang disebut sortir optik.
Militer aplikasi mungkin salah satu daerah terbesar untuk visi komputer. Contoh jelas adalah deteksi tentara musuh atau kendaraan dan bimbingan rudal. Lebih sistem canggih untuk panduan mengirim rudal rudal ke daerah daripada target yang spesifik, dan pemilihan target yang dibuat ketika rudal mencapai area berdasarkan data citra diperoleh secara lokal. militer konsep-konsep modern, seperti "kesadaran medan perang", menunjukkan bahwa berbagai sensor, termasuk sensor gambar, menyediakan kaya set informasi tentang adegan tempur yang dapat digunakan untuk mendukung keputusan strategis. Dalam hal ini, pengolahan otomatis data yang digunakan untuk mengurangi kompleksitas dan informasi sekering dari sensor ganda untuk meningkatkan keandalan.

Salah satu area aplikasi yang lebih baru adalah kendaraan otonom, yang meliputi submersibles, berbasis kendaraan darat (robot kecil dengan roda, mobil atau truk), kendaraan udara, dan kendaraan udara tak berawak. Tingkat berkisar otonomi dari sepenuhnya otonom (berawak) kendaraan untuk kendaraan dimana berdasarkan visi sistem komputer mendukung driver atau pilot dalam berbagai situasi. Sepenuhnya otonom kendaraan biasanya menggunakan visi komputer untuk navigasi, yakni untuk mengetahui mana itu, atau untuk menghasilkan peta lingkungan dan untuk mendeteksi rintangan. Hal ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi tugas khusus acara tertentu, misalnya, sebuah UAV mencari kebakaran hutan. Contoh sistem pendukung sistem peringatan hambatan dalam mobil, dan sistem untuk pendaratan pesawat otonom. Beberapa produsen mobil telah menunjukkan system otonom, mengemudi mobil, tapi teknologi ini masih belum mencapai tingkat di mana dapat diletakkan di pasar. Ada banyak contoh kendaraan otonom militer mulai dari rudal maju, untuk UAV untuk misi pengintaian atau bimbingan rudal. Ruang eksplorasi sudah dibuat dengan kendaraan otonom menggunakan visi komputer, misalnya, NASA dan ESA ExoMars Rover.
area aplikasi lainnya termasuk:
§  Dukungan evek visual penciptaan untuk bioskop dan siaran, misalnya, pelacakan kamera (matchmoving).


Sumber http://en.wikipedia.org/


TEGUH PRASETYO H
11107669
Kelas: 4KA16

Rabu, 13 Oktober 2010

Telematika di Indonesia

Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Contoh arti telematika dari beberapa aspek:
Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika.
Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau Global Positioning System sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah.
Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalu lintas.

Kemampuan berpikir dan berinteraksi antar sesama dalam proses yang panjang, menghasilkan peradaban. Menurut pengamat Toffler, peradaban manusia terdiri dari tiga zaman. Pertama adalah zaman pertanian, zaman industri, dan yang ketiga adalah zaman informasi. Zaman pertanian mencakup aktivitas manusia sejak mulai berburu dan meramu, sampai dengan bertani menetap. Berubahnya aktivitas food gathering menjadi food producing.

Revolusi industri yang dilanjutkan dengan dibangunnya pabrik-pabrik berskala menengah dan besar, adalah wilayah kajian zaman industri. Zaman ini mulai ditandai dengan adanya perubahan, yaitu tenaga manusia digantikan oleh mesin. Berbagai sektor kehidupan baru secara massal bermunculan, seperti bisnis, transportasi, dan pendidikan. Tahun 2000, zaman informasi telah mengguncang dunia, bahkan lebih dahsyat dari yang pernah dibayangkan. Zaman informasi ini, menegaskan bahwa jarak geografis tidak lagi menjadi faktor penghambat dalam hubungan antara manusia atau antar lembaga usaha. Berbagai informasi dapat diakses dengan mudah sekaligus cepat.


Termasuk di Indonesia, perkembangan tehnologi informasi di Indonesia sangat cepat. Hal ini dikarenakan Negara Indonesia merupakan Negara dengan katagori penduduk ter banyak ,serta beragam kebutuhan akan informasi mulai bermunculan. Hal ini di manfaatkan oleh perusahaan besar dan ternama dunia untuk berlomba-lomba memenuhi pasar di Indonesia. 


Untuk kasus di Indonesia sendiri, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang waktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.